Rabu, 16 Maret 2016

True Leaders in the World



Pemimpin.
Apa yang ada dibenak kita jika mendengar satu kata ini?
Korupsi mungkin
Kaya raya
Suka pamer kekayaan
Bersahaja
Jujur
Merakyat
Atau malah Diktator?
Kata-kata diatas merupakan sebuah contoh hal-hal yang akan kita fikirkan jika kita mendengar kata “pemimpin”.
Ya memang disini bak dua sisi mata uang, antara hal baik dan hal buruk. Baiknya adalah jika pemimpin adalah sesosok orang yang cerdas, jujur, dan dapat dipercaya. Sehingga kita sebagai masyarakat memiliki kepercayaan tinggi kepada pemimpin tersebut.
Namun yang banyak terjadi sekarang ini adalah pemimpin yang kurang memiliki kepercayaan dari rakyat, dia cenderung suka bertindak KKN. Dalam hal menentukan kebijakan ataupun dalam program-program kemasyarakatan. Hal ini dikarenakan proses dia dalam menduduki posisi pemimpin tersebut banyak melalui cara-cara yang tidak benar seperti menyogok, merayu, dll.
Oleh karena itu, hal tersebutlah yang menyebabkan mainset negatif yang terbentuk oleh diri kita sendiri dikarenakan terlalu banyak para pemimpin kita yang lupa akan amanah yang dia miliki atau dia emban.
Namun hal ini tidak terus membuat kita harus terus menerus berparadigma negatif kepada pemimpin kita. Karena hal ini justru membuat kita semua tidak yakin akan inovasi-inovasi positif yang akan dibuat untuk negeri ini dikarenakan rasa tidak percaya kita terhadap para pemimpin kita.
Karena sebaik-baik orang adalah yang menaati pemimpinnya.
Hal ini terkadung dalam ayat suci Al-Qur’an.


Pemimpin yang bagaimana?


Pemimpin yang Cerdas

Kecerdasan adalah titik tentu yang idealnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kecerdasan merupakan point utama yang menentukan seberapa baik langkah yang diambil oleh seorang pemimpin jika dihadapkan oleh suatu masalah kelompok. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, seorang pemimpin yang ideal akan mampu berfikir luwes dan memiliki ide-ide segar untuk keberlangsungan kepentingan kelompoknya.

Pemimpin yang Berinisiatif

Tidak hanya cerdas, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang berani berinisiatif jika dihadapkan dengan suatu masalah. Inisiatifme diri jelas dibutuhkan oleh seorang pemimpin demi terciptanya solusi yang bersifat nyata dan menjanjikan. Pemimpin yang berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Dengan sifat inisiatif yang ada dalam diri pemimpin, kekuatan diri dari tiap anggota untuk menjalankan misi kelompok pun akan terjamin dengan baik.

Pemimpin yang Bertanggung jawab

Bertanggung jawab berarti berani untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang telah dilaksanakan. Selain cerdas dan berinisatif, seorang pemimpin yang ideal tentunya perlu memiliki sifat bertanggung jawab. Pengambilan keputusan terhadap cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok tentunya diputuskan dengan tidak tergesa-gesa. Pemimpin yang bertanggung jawab adalah pemimpin yang tetap teguh dan dan mampu berfikir taktis untuk menerima segala resiko yang timbul dari keputusan yang diambil.

Pemimpin yang Dapat Dipercaya

Karakter yang satu ini tentunya timbul dari seberapa berhasilnya seorang pemimpin dalam menggerakkan anggotanya dan bijak dalam mengambil keputusan. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang tanpa perlu berfikir ulang, anggotanya akan dengan kesungguhan hati mampu mempercayai pemimpin tersebut untuk mengambil keputusan. Pemimpin yang dapat dipercaya adalah pemimpin yang mampu mendamaikan hati semua anggota. Dengan pemimpin yang dapat dipercaya, setiap anggota akan merasa lebih terpacu untuk menyatukan hati dan menciptakan keseragaman kelompok demi terciptanya keutuhan.

Pemimpin yang Jujur

Kejujuran dalam diri seseorang tentunya menjadi point khas yang harus dimiliki oleh seorang manusia, terutama oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur menjanjikan keterbukaan dan keluwesan dalam memberikan segala informasi yang mencakup kepentingan kelompok. Kejujuran yang ada dalam diri seorang pemimpin akan menjadi ciri khas tersendiri yang mampu diandalkan oleh anggota. Pemimpin ideal dengan tingkat kejujuran tinggi akan mendapatkan kepercayaan yang luas dari kelompoknya.

Pemimpin yang Rela Berkorban

Rela berkorban berarti rela menerjunkan diri dalam kepentingan kelompoknya dibandingkan dengan kepentingan pribadi. Pemimpin yang rela berkorban akan mampu memfokuskan diri untuk mencapai visi kelompok secara detail. Sifat rela berkorban ini pun tentunya harus didasari dengan kecerdasan dan kebijakan dari seorang pemimpin. Pemimpin ideal yang rela berkorban akan mampu mengambil keputusan secara tepat tanpa merugikan banyak pihak.

Dicintai dan Mencintai Kelompoknya

Cinta hadir dalam diri seorang pemimpin yang ideal dan juga kelompok yang dipimpinnya. Segala bentuk tingkah laku yang hadir dari seorang pemimpin yang ideal akan selalu diiringi dengan unsur cinta yang akan meminimalisir bentuk kecurangan juga hal-hal buruk lainnya. Kelompok yang dipimpinnya pun akan mampu mencintai pemimpin tersebut tanpa adanya unsur paksaan yang berlebih. Pemimpin yang ideal jelas akan mampu menciptakan tindakan dengan cinta yang terkoordinir rapih untuk kemajuan.
Setelah membaca artikel di atas, tentunya kita bisa mengetahui 7 karakter utama pemimpin ideal dari seorang pemimpin. Seorang pemimpin bukanlah manusia sempurna namun, seorang pemimpin yang ideal dituntut untuk mengusahakan kesempurnaan untuk kemajuan visi kelompoknya. Jadilah pemimpin ideal!

Senin, 29 Februari 2016

Menulislah, Dunia Akan Mengenangmu

Di dunia ini ada banyak tipikal manusia, entah disadari atau tidak itulah yang akan menjadi ciri khas dari dirinya (personal branding). Mulai dari manusia yang suka akan penelitian, meneliti sesuatu yang dirasa menarik dan unik. Mungkin bagi orang awam hal ini bukanlah sesuatu yang menarik, namun itu akan tetap dilakukan oleh seorang peneliti. Ada juga yang suka jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat tertentu, mengabadikannya ke sosial media yang dimiliki dan berharap hanyak komen dan like yang didapatkannya. Selain itu juga ada yang suka akan olah raga tertentu seperti sepakbola, tenis, basket, dll. Bahkan karena kecintaannya yang sudah mendarah daging membuatnya menjadi atlet yang sangat terkenal dan juga kaya raya misalnya Cristiano Ronaldo dan Leonel Messi.
Dari kebanyakan tipe manusia yang sudah dibahas didepan. Ada satu tipe manusia yang mungkin bisa dibilang jika tipe ini adalah sesosok yang sangat istimewa. Istimewa karena hanya dengan pilihan kata yang dipilih atau dengan cara dia menyampaikan sesuatu akan ada banyak orang yang terpengaruh untuk berbuat sesuatu dan terinspirasi oleh apa yang dia baca. Mungkin sudah banyak yang tau apa itu? Ya benar “Penulis”.

Melalui sebuah pena yang dimiliki seorang penulis dapat menggambarkan sesuatu yang dia miliki, sesuatu yang dia suka, bahkan apa-apa yang semestinya bukanlah sesuatu yang menarik namun disulap menjadi hal yang menarik dan patut untuk diperbincangkan.
Seorang penulis, karyanya dari mulai awal dia terbit hingga dia mati. Bahkan sampai ada beberapa generasi setelahnya akan tetap dikenal dengan karya-karya yang dimilikinya. Hal ini karena tulisan yang dia buat akan tetap kekal sampai kapanpun dan dapat dibaca oleh generasi-generasi setelahnya. Tulisan inspirasi yang dibuat akan tetap menginspirasi orang yang membacanya.

Bahkan sebanyak apapun prestasi yang diraih oleh seseorang tidak akan banyak yang tahu tentang dirinya jika dia sendiri tidak menulis. Tidak akan ada yang dapat mengagumi prestasi yang dimiliki oleh orang tersebut karena tidak ada sesuatu yang dapat dibaca oleh khalayak luas. Oleh karena itu menulis adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh diri kita sendiri agar apa yang telah kita lakukan di dunia ini dapat dilihat dan dibaca oleh orang-orang generasi setelah kita. Maka “Menulislah, Dunia akan mengenangmu” itulah alasan saya memaksa diri untuk mulai belajar menulis.

Moch Huda Kurniawan
@hudakurniawan

Sabtu, 14 November 2015

Karena Hidup Haruslah Memilih

      Sejak kita dilahirkan di dunia ini pernahkah kita merasa jika kita itu sudah dihadapkan sebuah pilihan? Namun pilihan tersebut yang menentukan adalah kedua orang tua kita. Ya, pilihan apakah kita akan menjadi muslim atau selainnya. Alhamdulillah penulis diberi kenikmatan untuk dipilihkan menjadi seorang muslim oleh kedua orang tua. ALHAMDULILLAH J
Beranjak menjadi anak-anak yang sering kali nakal dan jahil kepada orang sekitar, atau juga ada yang pendiam dan cenderung tertutup. Kemudian memasuki bangku sekolah dasar (SD), dalam level ini pengaruh kedua orang tua masih tampak jelas terasa. Merekalah yang memilihkan dimana kita akan menimba ilmu antara SD Negeri atau Madrasah, sekolah favorit atau sekolah biasa saja yang dekat dengan rumah, dll. Berbagai pertimbangan tentunya sudah difikirakan baik buruknya sehingga muncullah sebuah keputusan dimana kita akan mengenyam bangku pendidikan.
4 tahun di SD kita tentu harus memilih menjadi siswa yang cerdas atau hanya siswa ecek-ecek, siswa dengan peringkat 1 di kelas atau peringkat 10. Itulah pilihan yang pastinya akan kita hadapi dalam masa-masa awal kita bersekolah. Tiba dikelas 6 dimana kita sudah merasa paling tua di sekolah, merasa menjadi orang yang paling berpengalaman di sekolah karena kita sudah kelas 6. Namun tentunya pilihan kehidupan yang harus kita pilih akan semakin berat, kita mau rajin belajar mempersiapkan Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) ataukah kita sibuk bermain playstation karena jemu dengan pelajaran di dalam kelas. Ya semua itu adalah beberapa pilihan ketika kita masih di SD yang tentunya harus kita tentukan untuk masa depan keberlanjutan pendidikan kita sendiri.
Setelah lulus SD kita belum berhenti menghadapi sebuah pilihan, kita akan menentukan apakah harus lanjut ke jenjang lebih tinggi atau tidak dikarenakan masalah biaya. Kita akan bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Favorit atau SMP biasa saja bahkan swasta. Dalam fase ini biasanya peran orang tua masih besar namun tidak sebesar dulu karena semua sudah ditentukan kepada kita, apakah nilai kita saat SD bagus atau biasa-biasa saja. Juga bergantung minat kita.
Inilah sebuah pilihan yang harus kita jawab dan selesaikan ketika kita masih duduk dibangku sekolah. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), yang intinya semakin tinggi dan semakin dewasa kita, pilihan yang harus ditentukan akan semakin kompleks dan butuh tingkat kesabaran dan kedewasaan ekstra masing-masing pribadi untuk menentukannya.
Mulailah kita menjelajahi dunia kampus yang akan lebih banyak pilihan yang ditawarkan. Menjadi mahasiswa yang sibuk dengan kuliah saja ataukah mahasiswa yang sibuk berorganisasi dan koar-koar di jalan atau menjadi mahasiswa yang sibuk berwirausaha, dll. Itu adalah gambaran kecil pilihan-pilihan yang akan kita pilih selama dunia kampus. Bahkan pilihan unutk mengembangkan diri di Lembaga Kemahasiswaan (LK) ataukah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pun tidak lupa harus kita tentukan.
Inilah indah dan berwarnanya hidup dengan segala pilihan-pilihan yang diberikan. Konsekuensi dengan pilihan yang kita tentukan pastinya akan ada, karena tidak mungkin kita memilih sesuatu namun hanya mau enaknya saja atau bahasa jawanya “pengen enake tok”. Segala konsekuensi yang ditimbulkan harus dihadapi, diselesaikan dengan manis, dan diambil hikmahnya jika melakukan kesalahan. Ya kesalahan! Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tinggal bagaimana dia mampu menghadapinya atau malah lari menghindar dari masalah yang dia lakukan sendiri. Bukan berarti membenarkan sebuah kesalahan, namun itulah Proses Belajar dan Mendewasakan Diri.
Sebagai penutup, jalani hidup ini dengan model dan versi terindah kita. Pilihlah semua pilihan yang menghampiri dengan bijaksana. Jalani pilihan dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas. Hadapi permasalahan yang muncul dengan sabar dan percaya diri. Karena setiap gesekan-gesekan yang muncul pasti ada rencana terindah dari Allah SWT.
Tak lupa selalu iringi semua langkah suksesmu dengan bersujud kepada Allah SWT dan senantiasa menciptakan senyum di wajah kedua orang tua. 2 sebab itulah yang sebenarnya kunci terbesar kesuskesan dalam hidup kita. Manfaatkan sebaik mungkin jejaring yang kamu dapatkan selama hidup ini karena siapa tahu itulah jalan kesusksesanmu di masa depan.
Semangat muda!
Muda berbagi, menggerakkan, dan menginspirasi.



Moch Huda Kurniawan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
XL Future Leaders Batch 3 Student

Senin, 09 Maret 2015

Kalian memang Luar Biasa, Hebat!

Tulisan yang mungkin dirasa telat, tp telat disini adalah telat publish hehee :p
Dimulai saat kumpul perdana, yang saat itu bertemu 3 orang baru bernama: Zen, Colipeh, dan Dinar. Kita diskusi agenda apa aja untuk satu tahun kedepan. Karena memang tahun itu (2014) adalah tahun yang penuh gejolak politik di negeri ini. Disana saya sudah merasa departemen ini bukanlah departemen yang biasa, namun berbeda dengan departemen yang lain. Yang saat itu diberi jargon “Luar Biasa”.
Yang memang benar jargon yang dipilih “Luar Biasa” karena apa, karena jumlah orangnya yang sedikit, memiliki pandangan yang sama2 kuat, dan juga memiliki urusan pribadi masing2 yang membuat susah untuk terkadang membalas sms dari Mr. H #sedih hehe
Namun diluar itu semua kita memiliki banyak capaian yang sangat Luar Biasa bagi saya, karena memang departemen yang dikit orang namun banyak karya haha J #sombong
Ingat agenda pertama kita? Ya sosialisasi Pemilu di GSG FIP, yang disanalah kita pertama kali mengibarkan sayap pesawat kita (logo). Setelah itu kita mulai banyak agenda yang dibuat mulai dari aksi pertama kita yaitu aksi turun kejalan membersihkan atribut-atribut partai yang menyalahi aturan dalam pemasangannya.
Setelah itu kita juga sempat membuat video gokil yang disutradarai MC unnes ter-semangit (Semangat sampai langit). Octa
Melihat video pencerdasan itu rasanya pengen ketawa aja hahaha
Sampai agenda aksi lagi yang masyaAllah masanya diluar dari perkiraan, kita berani untuk mendeklarasikan #UnnesDamai yang saat itu memang negeri ini serasa dibelah menjadi 2 kubu, yaitu kudu P dan kubu J. Dan jika teman2 tahu hastag tersebut digunakan juga saat ada Program Nasional, Pencegahan Terorisme di Kampus dari BNPT yang dilaksanakan di FK.  Ya benar hastag #UnnesDamai :D
Bangga Mr. H pernah kenal dengan kalian semua, kalian memang orang-orang luar biasa yang dimasa yang akan datang akan memberikan sesuatu untuk negeri ini. PASTI!
Terimakasih untuk Isna yang selalu sabar dan mengarahkan anak2 saat saya tak ada. Ibu yang sangat sayang kepada 4 orang anaknya.

Colipeh: hehe ini orang yang mungkin selalu sebel sama Mr. H tapi disaat ga ada dia akan mencari kemana Mr. H ini hehe. Makasi yah peh, sekretaris ter-Strong yang selalu istiqomah untuk mewujudkan agenda Deplu.
Zen: orang yang selalu ilang saat persiapan tapi akan sangat garang saat aksi turun ke jalan hehe
Makasi zen tanpa kamu logo deplu ga akan seperti itu #yaiyalah
Okta: anak kecil yang 1 tahun lalu sukses untuk job MC hehe. Sekarang fokus dengan keluarganya dulu, salam buat keluarga di Tangerang ya nak. Makasi untuk video gokil yg sampai saat ini msh ada di youtube :p
Dinar: ini anggota yang sangat luar biasa, memiliki visi yang baik dan juga patuh kepada orang tua. Saya tidak akan melupakanmu dek J
Makasi untuk kebersamaannya satu periode ini departemen luar negeri “Luar Biasa”.

Kalian hebat dan akan selalu terkenang di memori :D


Satu periode perjalanan yang sangat mengesankan

Satu tahun perjalanan yang sangat mengesankan. Satu tahun penuh kisah makna sebuah perjuangan. Terima kasih untuk kebersamaannya sahabat Jurnalistik J
Desember lalu waktu ada orang-orang yang berkumpul di kebun binatang Mangkang untuk bermain dan juga melempar sebuah kertas yang disana telah dituliskan sebuah nama untuk menjadi “koordinator” organisasi ini, mungkin waktu itu saya masih binggung mengapa koordiantor saat itu (Mb Kharissa : red) tampak sedih berlinang air mata yang itu pertanda senang sekali hehe saat ada pemilihan koor baru. Saya heran apakah seberat itu? Apakah memang dia yg cengeng?
Dengan semangat yang memang masih tinggi saat itu, Mr. H sangat optimis melihat teman2 angkatanya yg memang memiliki semangat luar biasa untuk organisasi ini. So terak aja hehe J
Namun disinilah mulai terasa gesekan2 yang memang itu mendewasakan diri sekali #alay. Mulai banyak kegiatan yang harus dilaksanakan, namun ada agenda lain diluar Ju-P yang harus diselesaikan juga. Ada yang mulai bosan dengan menulis berita. Bahkan ada yang merasa tua dan pasti adek2nya bisa tanpa dirinya/mandiri.
Semua hal tersebut wajar dalam sebuah organisasi ini. Namun atas semangatnya saya ucapkan terima kasih telah kebersamaannya 1 periode ini. Banyak karya yang sudah kita buat setahun ini mulai: buletin, papan informasi, bahkan sampai pernah berita kita masuk laman unnes.ac.id.
Kebanggan J
Dan tak lupa kata maaf saya haturkan kepada semuanya, saya bukan sosok pemimpin yang baik mungkin. Tapi belajar untuk seoptimal mungkin menjadi baik.
Sebagai penutup saya ucapkan selamat kepada dek Tyas J.
Kamu bisa kok, meneruskan estafet perjuangan ini. Karena memang mayoritas anggotamu adalah perempuan, MEMIMPINLAH dengan HATI hehe
Mimpi yang belum terealisasikan segera capai dan yang ingin kau capai laksanakannlah.

Semangatlah diladang perjungan ini karena Allah SWT akan selalu bersama orang-orang yang sabar J


Sabtu, 31 Agustus 2013

Tarif Telekomunikasi Murah belum tentu Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat



Tarif Telekomunikasi Murah belum tentu Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat

Oleh: MHK
(Kategori Umum)
Industri telekomunikasi di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Banyak faktor yang mewarnai kejayaan industri telekomunikasi, mulai dari keuntungan yang diperoleh perusahaan maupun jumlah pelanggannya. Tidak mengherankan jika adu tarif pun bertaburan guna menarik minat dari para pelanggan. Tren ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dengan meningkatnya kebutuhan jasa telekomunikasi di Indonesia.
Kendati membawa pengaruh yang positif, menjamurnya layanan telekomunikasi ikut menyumbang pengaruh negatif. Dampak negatif yang bisa muncul ialah secara tidak langsung masyarakat dididik untuk berperilaku konsumtif dan memaksa untuk berperilaku boros. Hal itu tampak dari paket layanan murah yang ditawarkan operator melalui pembatasan waktu yang justru mendidik masyarakat berperilaku konsumtif dan boros. Pasalnya, kebanyakan dari konsumen hanya berupaya menghabiskan gratisan yang diperoleh dari operator, kendati kebutuhan akan komunikasinya telah tercukupi. Selain itu dengan murahnya tarif maka akan dapat mendorong konsumen untuk menggunakan lebih dari satu nomor HP. Hal ini dikarenakan konsumen berlomba-lomba mencari tarif yang paling murah saat digunakan dalam berkomunikasi. Dengan maraknya penggunaan telepon genggam dalam kehidupan sehari-hari mulai menggeser perilaku utama masyarakat. Dimana kebutuhan komunikasi seakan menjadi kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan pokok sehari-hari. Dampak tersebut merupakan contoh negatif kehidupan sosial. Maka, maraknya persaingan dalam industri telekomunkasi tidak lantas berdampak postif tetapi juga mengandung unsur negatif didalamnya.
Dengan munculnya persaingan dalam industri telekomunikasi, maka jelas akan menurunkan tingkat harga komunikasi. Telekomunikasi mampu memberikan akses informasi dan komunikasi yang sangat luas. Selain itu, berbagai pengetahuan dan informasi dapat diperoleh untuk menunjang produktivitas masyarakat. Dengan demikian, kemampuan akses masyarakat terhadap telekomunikasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dapat disimpulkan bahwa penurunan tarif telekomunikasi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dimana akses informasi dan komunikasi dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Namun, yang perlu diperhatikan ialah mekanisme penentuan tarif telekomunikasi yang diterapkan operator masih kurang mampu mendidik masyarakat secara sosial. Dimana akses pelayanan telekomunikasi yang murah, namun juga banyak syarat dan ketentuan yang menyertainya. Melalui program-program pemasaran yang memberikan berbagai pilihan paket yang dapat dipilih sesuai selera pelanggan. Dengan proses ini jelas operator mengajarkan konsumen untuk berlaku hidup boros. Karena penggunaan telekomunikasi yang murah dibatasi dengan jam sehingga dengan atau tanpa keperluannya masyarakat wajib menggunakan sarana tersebut sebelum melewati batas waktu dan ketentuan yang berlaku.
Ironi memang bahwa akses telekomunikasi di Indonesia, belum mampu mendidik masyarakat secara sosial. Meskipun cara ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui penguasaan teknologi dan informasi. Namun perlu disadari bahwa penurunan tarif telekomunikasi tidak dapat dikatakan memberikan manfaat bagi masyarakat secara penuh. Karena ada dampak negatif yang ditimbulkan olehnya. Untuk itu, pemanfaatan atas fasilitas telekomunikasi harus disikapi secara bijak oleh masyarakat, sebab ketidakmampuan dalam mengendalikan penggunaan sarana tersebut dapat berdampak negatif bagi kehidupan sosial masyarakat itu sendiri.